Pada 2020 kemarin, Activision Blizzard dituduh telah melakukan pelecehan dan diskriminasi yang berujung pada aksi mogok kerja dari para karyawan dan gugatan dari California Department of Fair Employing and Housing. Publisher itu juga menghadapi kritik atas penanganan terhadap protes di Hong Kong dan diduga menolak kenaikan gaji karyawan di Raven Software.

Nah setelah dua kasus itu dan serangkaian kontroversi lainnya, Activision Blizzard kembali menghadapi masalah hukum setelah perusahaan gaming asal Amerika Serikat itu dituntut oleh Departemen Kehakiman AS atas tuduhan bahwa mereka menetapkan “Competitive Balance Tax”.

Baca Juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Activision Blizzard Kembali Digugat, Kini karena Terkait Pemain eSports

Menurut pengaduan tersebut, Competitive Balance Tax dibuat untuk menghindari klub eSports membayar lebih untuk talenta terbaik mereka di turnamen eSports seperti Call of Duty dan Overwatch. Jika ada klub yang melanggar pajak dengan membayar pemainnya lebih dari batas yang ditetapkan Activision Blizzard, maka tim tersebut akan dihukum berupa denda.

Kemudian, uang denda yang didapat akan dibagikan ke tim-tim lain yang tidak melanggar. Kendati demikian, gugatan yang dilayangkan Departemen Kehakiman AS mengklaim bahwa Competitive Balance Tax diterapkan untuk menurunkan gaji pemain secara keseluruhan.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Kasus Tersebut Dapat Berdampak Pada Proses Akuisisi oleh Microsoft

Menanggapi tuduhan tersebut, juru bicara Activision Blizzard menyatakan bahwa mereka selalu berpikir dan masih percaya jika Competitive Balance Tax adalah legal dan tidak memberi pengaruh negatif terhadap pendapatan pemain.

Masalah yang mereka dapatkan kali ini datang di waktu yang tidak tepat, di mana publisher tersebut saat ini tengah dalam proses akuisisi oleh Microsoft. Akuisisi tersebut telah menghadapi beberapa penolakan dan gugatan terbaru kali ini bisa saja semakin memperumit proses akuisisi itu.