Server Among Us Mati Terkena Serangan DDoS

detroitredwings – Salah satu game multiplayer paling diketahui – Among Us, masih terus berhasil sampai sekarang walaupun trennya dari tahun lalu dikala ini telah mulai pudar. Tapi sayang, pada 25 Maret kemarin, Among Us mendadak tak bisa dimainkan di segala platform, khususnya yang berada di kawasan Amerika Utara dan Eropa. Sesudah diselidiki, terbukti server mati sebab Among Us kena serangan DDoS.

Server Among Us Mati Terkena Serangan DDoS

Pada 25 Maret, Innersloth selaku developer membikin tweet dengan mengatakan bahwa mereka sudah kena “sabotase”, menyusul konfirmasi bahwa Among Us akan offline supaya dapat seketika mengoreksi situasi sulit hal yang demikian. Innersloth juga mengatakan bahwa progres koreksi mungkin memakan waktu agak lama dan pemain Among Us wajib lebih tabah untuk menunggu.

Update berikutnya mereka bagikan pada 27 Maret di mana mereka menyuarakan jikalau server Among Us masih dalam keadaan mati dan progres koreksi masih terus berjalan. Di hari yang sama, Innersloth kemudian mengkonfirmasi jikalau sebagian server sudah stabil, yang mengindikasikan jikalau pemain telah bisa memainkan Among Us, walaupun mungkin akan ada sebagian pemain yang masih mendapati situasi sulit.

Sampai dikala ini, status pasti dari Among Us masih belum sepenuhnya terang. Para pemain melaporkan jikalau mereka telah dapat memainkan Among Us, tetapi Innersloth nampaknya masih menunggu peristiwa yang pas sebelum kesudahannya mengumumkan jikalau segala situasi sulit sudah sepenuhnya teratasi dan pemain bisa memainkan Among Us tanpa situasi sulit sedikit malahan.

Belum Diketahui Pasti

Kecuali status Among Us yang masih tak terang, tak dikenal pula alasan terang kenapa Among Us kena serangan DDoS. Among Us sendiri benar-benar ramai dimainkan pada September 2020 silam dan semenjak dikala itu, punya sempurna jumlah pemain yang terbilang standar. Jadi, agak kurang masuk logika bagi seseorang untuk menyerang server sebuah game yang jumlah pemain hariannya cuma sekitar 6,000 sampai 9,000 pemain (di Steam).

Kasus di mana Among Us kena serangan DDoS bukan jadi yang pertama di industri video game. Pada Desember 2014 silam, jaringan PSN dan Xbox Live juga dinonaktifkan sebab serangan DDoS yang cukup masif. Sampai dapat diprediksi dan diselesaikan dengan gampang, serangan DDoS nampaknya masih akan menghantui banyak game, khususnya yang bertumpu pada jaringan dunia online.

 

Game Baru The Witcher Kapan Rilis

detroitredwings – Game terakhir seri The Witcher yaitu The Witcher 3: Wild Hunt yang dirilis pada 2015. Itu artinya, di 2022 ini, menandai tujuh tahun semenjak terakhir kali CD Projekt Red selaku developer merilis game The Witcher. Semenjak dikala itu, CD Projekt Red memang sempat sebagian kali membahas soal potensi game baru The Witcher, tetapi segala cuma sekadar obrolan semata.

Game Baru The Witcher Diumumkan Melewati Twitter

Tapi secara mengagetkan, baru-baru ini, CD Projekt Red mengkonfirmasi kalau game baru The Witcher sedang dioptimalkan. Developer asal Polandia itu mengumumkan isu hal yang demikian melewati akun Twitter sah The Witcher, dengan membagikan satu gambar dan tautan yang mengarah rinci lebih terang pada postingan di web sah The Witcher.

Diterangkan kalau game baru The Witcher itu akan mengawali saga baru dari seri The Witcher yang pertama kali mengawali kisahnya pada 2007 silam. Penjelasan itu dibarengi dengan gambar medali yang kelihatan bukan dari Wolf School atau punya relasi dengan sekolah Witcher lainnya yang sejauh ini dikenal di game-game sebelumnya. Dapat jadi game The Witcher baru akan menyajikan sekolah Witcher baru atau malahan berlatar di semesta yang berbeda.

Beralih dari REDengine ke Unreal Engine 5

Kecuali itu, postingan hal yang demikian juga membongkar kerja sama CD Projekt Red dengan Epic Games sekalian mengkonfirmasi kalau game The Witcher terkini tak akan lagi mengaplikasikan REDengine dan beralih ke Unreal Engine 5. Sedangkan ada kerja sama dengan Epic Games, CD Projekt Red menerangkan kalau game baru The Witcher nantinya tak cuma akan tersedia secara eksklusif di satu warung komputerisasi saja, seperti Epic Games Store.

Sayangnya, diluar rinci soal diawalinya saga baru dan pengaplikasian engine anyar, tak ada lagi isu baru yang dapat dibagikan, termasuk sejauh mana pelaksanaan pengembangan dikala ini sedang berjalan dan kapan game hal yang demikian akan dirilis.

Snoop Dogg Akan Ikut Dalam CoD Warzone

detroitredwings – Snoop Dogg memang ialah pria penuh bakat. Sesudah berhasil dengan karirnya di dunia musik, sekarang pria hal yang demikian memalingkan dunia dengan menjadi karakter dalam dunia game, lebih tepatnya, Snoop Dogg akan bergabung dengan seri game Call of Duty.

Demikian ini diumumkan melewati blog Call of Duty, yang mana Activision mengatakan bahwa Snoop Dogg akan bergabung dalam 3 game Call of Duty, Warzone, Vanguard dan Mobile. Para pemain yang tidak tabah untuk bermain sebagai Snoop Dogg dapat meniru lucky draw di season 3 Call of duty Mobile pada 1 April 2022.

Untuk CoD Warzone dan Vanguard, Snoop Dogg dapat dimainkan dengan membeli Snoop Dogg Operator Bundle. Bundle ini nantinya akan menyertakan 10 barang, terdiri dari Xp untuk senjata , 4 kostum berbeda dan kosmetika lainnya.

Ini bukan kali pertama Snoop Dogg ikut serta dalam proyek Call of Duty. sebelumnya, Snoop pernah ikut serta andil dalam DLC CoD Ghost, yang mana pemain dapat mengganti announcer dengan bunyi Snoop Dogg.