Marvel’s Avengers dirilis pada tahun 2020 lalu dengan resepsi yang negatif dari kritikus, fans Marvel, dan gamer pada umumnya. Banyak yang memandang kalau game tersebut seharusnya dibuat menjadi game single-player tradisional daripada mengikuti tren live service.

Meski memang ada konten single-player, konten tersebut dianggap terlalu minim dan tidak begitu menarik layaknya game superhero lain yang telah ada seperti Spiderman garapan Imsoniac Games atau Batman Arkham City buatan Rocksteady.

Update Marvel’s Avengers Dihentikan

Tiga tahun bertahan dengan jumlah pemain yang sedikit, Crystal Dynamics dan Square Enix resmi umumkan kalau game tersebut akan hentikan dukungan konten mulai 31 Maret 2023.

Namun setelah tanggal tersebut, game masih dapat dimainkan secara solo atau juga online, hanya saja game tidak akan lagi dapatkan konten baru atau update perbaikan. Server juga ada potensi dimatikan suatu saat.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Dengan pemberhentian dukungan, beberapa rencana konten telah dibatalkan mulai dari karakter baru seperti She-Hulk, Captain Marvel, Ironheart, dan Shuri. Tak hanya itu, beberapa konten lain seperti “Patrol Mode” yang merupakana mode free-roam, dan juga event melawan Ultron juga dibatalkan.

Semua kosmetik yang ada di game akan menjadi gratis di dalam shop akan tersedia gratis dan semua mata uang premium tak bisa dibeli lagi. Mereka yang terlanjur ada sisa mata uang premium di game akan dikonversikan ke item resource.

Crystal Dynamics Telah Meninggalkan Square Enix

Crystal Dynamics telah tinggalkan Square Enix sejak akhir tahun lalu setelah diakuisisi oleh Embracer Group, perusahaan induk THQ Nordic, sebesar $300 juta. Pembelian tersebut termasuk dengan Eidos Montreal dan franchise milik mereka.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Game ini dan juga Guardians of the Galaxy menjadi dua game terakhir yang Crystal Dynamics kerjakan bersama publisher Final Fantasy tersebut. Mereka kini fokus dalam pengembangan game Tomb Raider baru dan juga Perfect Dark yang berkerja sama dengan Microsoft.

Penjualan Crystal Dynamics dan Eidos Montreal dianggap begitu murah dan mengundang tanda tanya mengapa Square Enix mau menjual studio barat andalan mereka tersebut. Menurut laporan yang ada, Square Enix ingin kembali fokus pada produksi game Jepang ditambah dengan uji coba terjun ke pasar NFT, yang saat ini terus mengalami penuruan ketertarikan.

Dengan lepasnya studio tersebut dari sang publisher, wajar apabila Marvel’s Avengers tidak lagi ingin mereka urus, khususnya melihat performa game yang buruk di pasar.

 

Sebelumnya, Yu-Gi-Oh Master Duel mengumumkan update untuk Banlist serta pack terbaru. Dengan adanya banlist ini tentunya Konami juga mengumumkan Event terbaru yang selalu ada setiap bulannya.

Event Master Duel tersebut adalah Theme Chronicle Festival. Pada event ini, pemain hanya dapat menggunakan deck dari archetype yang memiliki Solo Story Mode saja. Konami juga memberikan 3 loaner deck untuk event ini.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Yu-Gi-Oh Master Duel Theme Chronicle Festival, Event Deck Solo Story!

Deck – deck loaner tersebut adalah deck dari archetype Beetrooper, Orcust, dan Plunder Patrol. Archetype lainnya yang dapat digunakan adalah Monarch, Shiranui, Herald, Qliphort, dan juga deck dari Story mode lainnya.

Kartu – kartu dari archetype yang tidak memiliki Story mode akan terkena ban pada event ini. Artinya, deck – deck meta tidak dapat dimainkan seperti Sky Striker, Swordsoul, Branded Despia, serta Runick.

Untuk hadiah pada event ini juga cukup menarik. Pemain dapat menyelesaikan event dan mendapatkan total hadiah 1.900 Gems, Vandread Chimera Icon, Danger! Bigfoot! Icon, Theme Chronicle 2023 Title.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Berbagai Hadiah Menarik dari Event

Hadiah tersebut dapat diambil semuanya jika pemain mengumpulkan total 20.000 Medal pada event ini. Setiap kemenangan akan dihadiahi 500 Medal dan setiap kekalahan akan dihadiahi 50 Medal saja.

Sebelum eventnya dimulai, pemain dapat menyusun deck mereka terlebih dahulu dan melakukan tes pada custom lobby dengan menggunakan rule Theme Chronicle. Dengan begitu pemain bisa mendapatkan waktu untuk mempersiapkan event ini.

Dan tentunya event ini merupakan event paling free-to-play dari Konami dimana pemain dapat menggunakan Deck Loaner serta dapat menggunakan Structure Deck yang mereka dapatkan dari menamatkan beberapa story mode.

Event ini akan dimulai pada tanggal 18 Januari 2023 dan berakhir pada 30 Januari 2023. Yu-Gi-Oh! Master Duel dapat dimainkan di PC, PS4, PS5, Switch, Xbox One, Xbox Series X/S, dan Mobile. Game ini merupakan game free-to-play dengan fitur In-app Purchases.

Siapa sangka, ketika kita memiliki banyak sekali pengalaman bermain game menarik disaat masa kecil, tidak jarang kita akan menyimpannya sebagai pengingat maupun sebagai koleksi saja. Tentunya diluar sana ada seseorang yang memiliki sesuatu yang berharga namun tidak terlalu menganggapnya sebagai sesuatu yang bernilai.

Sesuatu yang berharga dan bernilai tersebut, ternyata masih ada yang menyimpannya dan masih dalam kondisi layak pakai. Diketahui seseorang telah melakukan transaksi terbaik untuk meminang Game Jadul Nintendo 64 dengan harga fantastis beserta hardware joystick dengan kondisi masih baik. Game tersebut tidak hanya ada 1 atau 2 buah saja, namun puluhan jumlahnya.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Gamer Beruntung Membeli Puluhan Game Jadul Nintendo 64 Masih dengan Kondisi Bagus

Puluhan game tersebut telah dipinang oleh pengguna Tiktok firespin_gaming dan dokumentasinya telah dibagikan baru-baru ini melalui akun miliknya. Terlihat ada sekitar lebih dari 10 cartridge yang mana game-game jadul tersebut juga merupakan judul-judul terbaik dimasanya.

Dari beberapa buah judul game tersebut, terlihat ada Super Smash Bros, GoldenEye 007, Donkey Kong 64, Super Mario 64, Pokemon Stadium, Star Wars: Battle for Naboo, Resident Evil 2 dan lainnya. Ia bahkan mendapatkan keseluruhan game tersebut dengan harga sekitar 40 USD atau sekitar Rp. 600.000,- saja.

Untuk beberapa judul tersebut sendiri ada yang nekat mentaksir diatas harga tersebut hanya untuk satu buah judul saja, menunjukkan jika penemuan ini sendiri bak harta karun yang terpendam bagi Firespin Gaming. Beberapa item lainnya pun ternyata ada, seperti beberapa judul game jadul untuk Handheld Nintendo GameBoy serta 3DS yang tergeletak begitu saja.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Sangat Beruntung Mendapatkan Hardware Joystick Nintendo 64

Keseluruhan harga tersebut juga termasuk hardware lain seperti Joystick Nintendo 64 yang berarti penemuan ini bukanlah main-main. Memang jika melalui channel Youtube miliknya, transaksi tersebut telah dilakukan sekitar 7 bulan yang lalu, dan baru-baru ini Firespin Gaming mengunggahnya di akun tiktok miliknya. Meskipun begitu, sepertinya penemuan ini menjadi yang terbaik sejauh ini dalam Garage Sale atau Yard Sale.

 

Developer asal Korea Selatan, Hound13 mendapat investasi besar dari Publisher besar asal Singapura yaitu Garena pada Juli 2021 lalu. Dengan dana tersebut, studio ini mengerjakan 2 project yaitu Project D dan juga Project M.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Project M sudah diumumkan beberapa bulan lalu dan merupakan game MMORPG Action Realistis untuk platform PC dan juga mobile yang dikembangkan menggunakan Unreal Engine 4.

Project D merupakan Spiritual Successor Dragon Nest?

Baru – baru ini, Hound13 memperlihatkan Project D secara perdana pada trailer game yang masih dalam pengembangan. Project D merupakan game MMORPG yang dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5.

Project D ini juga dikembangkan untuk platform mobile serta PC. Berdasarkan deskripsi resminya sendiri, game ini berfokus pada Manual Action Play dengan skenario yang dikembangkan berdasarkan semi-open world dan juga interaksi yang bervariasi.

Dengan grafis lucu dan imut, game ini menargetkan aksi yang cerah, ringan, dan juga immersive. Grafis tersebut terlihat familiar karena tim dari Hound13 berasal dari Studio Eyedentity, developer dibalik game MMORPG PC populer Dragon Nest.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Mantan Developer Dragon Nest Kembangkan Game MMO Baru!

Setelah dibeli perusahaan asal Cina yaitu Shanda, para pengembang dari tim Eyedentity membuat studio baru dan membangun Hound13. Dengan pengalaman mengembangkan MMORPG Dragon Nest, studio ini siap membawa game MMORPG keren ke pasar global.

Game terbaru buatan developer Squanch Games berjudul High On Life memiliki banyak hiburan menarik yang terkadang bisa menembus break the 4th wall. Banyak sekali dialog-dialog lucu dari senjata alien digunakan Player dan bahkan dari karakter musuh maupun NPC yang kalian temukan di dalam game.

Elemen tersebut menambah keunikan yang ada di game ini. Terlebih dengan keterlibatan Justin Roiland selaku kreator dari kartun populer berjudul Rick and Morty.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Dan baru-baru ini ditemukan dialog unik yang menyebutkan anime populer seperti Evangelion dan bahkan game Final Fantasy VII. Seperti apa dialognya? Yuk, kita cari tahu bersama!

Senjata Alien Kenny di Game High On Life Sebut Anime Akira dan Evangelion

Mengingat game ini memiliki banyak dialog menarik dan lucu yang bahkan bisa penuh candaan breaking the 4th wall, tidak heran jika gamer terhibur ketika memainkannya. Terlebih ketika sebuah referensi terhadapi suatu media seperti anime ataupun game di-mention di dalam game.

Salah satunya ketika Kenny sang senjata alien pertama yang digunakan Player menyebutkan anime populer Evangelion sangat populer di luar angkasa. Dialog seperti ini bisa kalian temukan ketika menaiki sebuah Sideways Elevator yang dapat nge-trigger dialog tersebut.

Kenny mengatakan Sideways Elevator seperti ide yang sangat original seperti yang ada di anime Akira dan juga Neon Genesis Evangelion. Dia menjelaskan juga bagaimana anime tersebut sangat populer di luar angkasa dan para alien menyukainya. Bahkan tidak menyukai anime di luar angkasa dianggap taboo oleh para alien.

Bahkan kartun lama dari Cartoon Network berjudul Code Lyoko juga tidak kalah populer dengan anime dari Jepang.

Game Final Fantasy VII Juga di Mention

Tidak hanya anime saja di mention oleh Kenny ketika menaiki Sideways Elevator, bahkan game Final Fantasy VII juga disebut oleh alien satu ini. Bahkan Kenny juga menyebut beberapa game populer yang menghadirkan sideways elevator, seperti game Chrone Trigger dan Resident Evil 2. Sama halnya seperti anime, game-game tersebut dianggap sebagai game populer di luar angkasa.

Kalian bisa lihat momen dialognya di bawah ini.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

High on Life Gunakan Teknologi AI untuk Artwork dan Voice Acting

Berbicara mengenai game terbaru buatan developer Squanch Games, High On Life diketahui menggunakan teknologi AI untuk beberapa aset mereka pada Artwork dan juga Voice Acting. Hal ini diungkap sendiri oleh Justin Roiland. Untuk mengetahui lebih lanjut, kalian bisa baca selengkapnya melalui artikel Gamebrott di sini.

Itulah informasi mengenai dialog game High On Life menyebutkan game anime Akira, Evangelion dan game Final Fantasy VII populer di luar angkasa. Cukup menarik juga bagaimana dialog-dialog di game ini sering nge-gas dan bahkan sering melakukan breaking the 4th wall.

GCL baru – baru ini mengumumkan bahwa divisi publisher mereka yaitu 4Divinity, telah bekerja sama dengan Mundfish sebagai developer untuk menerbitkan game First-person Action RPG terbaru dengan judul Atomic Heart.

Game ini akan rilis untuk platform PC melalui Steam serta PlayStation 4 dan juga PlayStation 5. 4Divinity juga akan menerbitkan versi fisik / retail untuk konsol PlayStation 4 dan PlayStation 5 di Asia.

Edisi fisik tersebut didestribusikan untuk region Asia. Sementara itu untuk region Jepang, 4Divinity akan bekerja sama dengan Beep Japang yang berlokasi di Tokyo untuk mendistribusikan Atmoic Heart secara fisik maupun Digital.

Sekilas Tentang Atomic Heart

Atomic Heart adalah game first-person action RPG yang berlatarkan dunia alternatif pasca-Perang Dunia II. Masuki dunia keajaiban dan kesempurnaan di mana manusia dan AI ciptaan mereka yang hidup dalam harmoni atau begitulah kelihatannya.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Pemain dapat menjelajahi dunia sci-fi yang kompleks, melawan robot jahat, mesin raksasa, dan bahkan mutan – mutan aneh. Pemain juga dapat menyesuaikan gaya bertarung dengan setiap lawan, menggunakan lingkungan sekitar dan metingkatkan Equipment untuk melawan musuh dengan lebih mudah.

Peluncuran Situs web Atomic Heart di Asia

Pada acara yang diadakan di Bangkok Kemarin, pihak 4Divinity mengumumkan situs web Atomic Heart untuk region Asia yang memberikan informasi dalam bahasa lokal pada region ini.

Situs tersebut memiliki bahasa Mandarin, Korea, Jepang, Thailand, serta Bahasa Indonesia. Pemain dapat melihat informasi lebih detail mengenai game Atomic Heart melalui situs resmi game tersebut.

Harga game Atomic Heart di Asia

Atomic Heart akan dijual secara fisik maupun digital. Untuk versi Fisiknya sendiri game ini dijual dengan harga 990.000 Rupiah untuk edisi standar dan Limited Edition dengan harga 1.690.000 Rupiah.

Standar Edition terdiri dari game dasar dan Paket Skin Pack Senjata Labor & Science sebagai bonus Pre-order. Limited Edition akan mencakup game dasar, Atomic Pass, dan skin senjata premium, steelbook case eksklusif, artbook yang dicetak dengan kualitas baik, satu set stiker yang menampilkan karakter robot dari game, dan kotak kemasan yang dirancang khusus.

Di platform digital, tiga edisi tersedia untuk pre-order (dan harga):

? Standar Ediition (USD $69,99), terdiri dari game dasar.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

? Gold Edition (USD $99,99), terdiri dari game dasar dan Atomic Pass.

? Premium Edition (USD $109,99), terdiri dari Gold Edition, artbook digital eksklusif, dan skin senjata premium.

Untuk Atomic Pass sendiri merupakan season pass yang berisikan 4 DLC dengan area, senjata, musuh, dan hal – hal baru lainnya yang dapat dimainkan ketika DLC tersebut rilis.

Di seluruh Asia sendiri, Atomic Heart akan dirilis secara bersamaan dengan region Global, yaitu tepatnya pada tanggal 21 Februari 2023. Game ini juga dirilis secara bersamaan untuk 3 platformnya.

Sebagai salah satu game Battle Royale yang paling besar dan populer, Fortnite berhasil menjangkau berbagai usia dan profesi dari gamer untuk memainkan game ini. Hal ini tentunya tidak mengherankan, karena beragam konten serta mekanik gamenya yang cukup ramah untuk casual gamer, sehingga banyak yang tertarik dan berujung menyukainya.

Saking populernya, sampai – sampai salah satu pemain sepak bola dunia yaitu Jordan Pickford yang saat ini membela timnas Inggris, rela membawa rig PC nya ke Qatar demi bisa memainkan game Battle Royale tersebut di kala waktu senggangnya.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Pemain Sepak Bola Dunia Ini Bawa PC Gaming ke Qatar

Informasi ini kami peroleh melalui video wawancaranya di akun youtube resmi timnas inggris, Pickford disorot saat mengambil sebuah koper besar yang diberi tahu bahwa isinya merupakan sebuah PC gaming miliknya, yang terdiri dari sebuah laptop, dengan bentuk custom dimana terdapat sebuah layar full-screen agar memberikan sensasi yang sama saat bermain dengan PC dirumahnya sendiri.

“Just tryin to get the best frames, trying to get the upper hand,” itulah yang diucapkan oleh Pickford terkait alasan mengapa dirinya niat untuk mengambil PC gaming miliknya, karena ingin mendapatkan FPS yang tinggi di game besutan Epic Games tersebut.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Pickford bukan satu – satunya pemain sepak bola dunia Inggris yang menyukai game Battle Royale tersebut, karena masih ada Harry Kane, Jesse Lingard, Dele Alli yang juga sangat sering memainkannya, namun sepertinya saat ini hanya Pickford saja yang terlalu niat membawa 1 koper besar yang berisi rig PC gaming.

Kolaborasi Fortnite x Rocket League Hadirkan Limited Time Mode

Ngomong – ngomong soal game ini, beberapa waktu yang lalu mereka mengumumkan sebuah kolaborasi yang cukup unik, yaitu bersama Rocket League. Nantinya, selain skin limited yang bisa kalian beli/dapatkan, ada juga sebuah limited time mode yang mengambil mekanisme yang mirip dengan game Rocket League.

Gotcha Gotcha Games selaku pengembang RPG Maker Unite baru saja mengumumkan bahwa aplikasi ini mengalami penundaan untuk perilisannya. RPG Maker terbaru ini direncanakan hadir secara publik pada tahun 2022.

Alasan Penundaan RPG Maker Unite

Gotcha Gotcha Games mengatakan bahwa alasan utama penundaan ini adalah mereka ingin versi ini lebih optimal dari kondisi sekarang. Developer juga mengatakan bahwa RPG Maker Unite akan tersedia terlebih dahulu pada Unity Asset Store jika rilis nanti.

Setelah versi ini rilis di Unity Asset Store, developer juga akan merilis di Steam dengan fitur pengimplementasian ke Unity yang lebih mudah sehingga pengguna tidak perlu repot mengatur beberapa komponen penting.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Sedikit Tentang RPG Maker Unite

RPG Maker Unite sendiri nantinya akan berbeda dari pendahulunya dimana pada versi ini sepenuhnya menggunakan Unity Engine. Akan banyak fitur – fitur yang membuat pengembangan game menjadi user-friendly.

Salah satunya adalah Auto-Guide System yang didesain untuk mengatur balancing status musuh sehingga pengguna tidak perlu mengatur atau menyesuaikan musuh dengan karakter yang dimainkan dalam game mereka.

Selain itu pada versi ini juga ada Addon Manager dimana pemain dapat menggunakan modul dan memilih untuk mengaktifkan modul tersebut secara mudah. Dan tentunya semuanya akan menjadi bagian dari Unity Asset Store.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Untuk tanggal Perilisan sendiri, RPG Maker Unite direncanakan rilis pada Musim semi 2023 nanti. Versi terbaru RPG Maker ini dapat dibeli melalui Unity Asset Store dan Steam ketika sudah rilis nanti.

The Callisto Protocol, game survival horor dari mantan developer Dead Space akan siap dirilis dalam 5 hari lagi. Dikembangkan sebagai spiritual successor dari game lama mereka selama berada di Visceral Games, The Callisto Protocol pertahankan semua elemen yang fans Dead Space rindukan tetapi dengan semesta baru yang sempat ingin disangkut pautkan dengan semesta PUBG sebelum akhirnya dibatalkan.

Spesifikasi PC The Callisto Protocol Telah Diumumkan

Game terlihat atmosferik dan mengerikan, tetapi akan lebih seram lagi apabila kamu berencana untuk mainkan game ini di PC tetapi tidak miliki spesifikasi PC yang mencukupi. Developer The Striking Distance Studios telah merilis spesifikasi PC yang diperlukan untuk dapat jalankan game horor terbaru ini. Bagi kamu pemilik setia dari GTX 1060 atau RX 580, jangan khawatir karena game ini diprediksi masih dapat jalankan game ini mesti pada pengaturan visual terendah.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Berikut ialah spesifikasi PC dari The Callisto Protocol:

Spesifikasi PC The Callisto Protocol Minimum

OS: Windows 10/11
Processor: Intel® Core™ i5-8400 or AMD Ryzen™ 5 2600
Memory: 8 GB RAM
Graphics: NVIDIA® GeForce® GTX 1060 or AMD Radeon™ RX 580
DirectX: Version 11
Storage: 75 GB available space
Note: Requires a 64-bit processor and operating system

Spesifikasi PC The Callisto Protocol Rekomendasi

OS: Windows 10/11
Processor: Intel® Core™ i7-8700 or AMD Ryzen™ 5 3600
Memory: 16 GB RAM
Graphics: NVIDIA® GeForce® GTX 1070 or AMD Radeon™ RX 5700
DirectX: Version 12
Storage: 75 GB available space
Additional Notes: SSD recommended, and requires a 64-bit processor and operating system
Apakah PC-mu sudah mencukupi untuk dapat jalankan teror di luar angkasa terbaru dari developer Dead Space tersebut?

Kembalinya Genre Survivor Horor

Menariknya selain dari game ini yang dimaksudkan sebagai penerus spiritual dari Dead Space, EA juga tengah kembangkan game terbaru dari franchise tersebut meski dalam bentuk remake game pertama yang tengah dikembangkan oleh Motive Studio yang dikenal sebagai developer dari Star Wars: Squadron dan komponen single-player dari Star Wars: Battlefront II.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Selain dari game ini berserta Dead Space Remake, beberapa game survivor horror produksi studio besar lainnya juga dalam pengembangan mulai dari Resident Evil 4 Remake, Alan Wake 2, Silent Hill 2 Remake, Silent Hill F, Outlast Trial juga dalam pengembangan dan ditargetkan rilis pada tahun 2023 mendatang. Maka kamu yang penggemar dari horor sangat akan dimanjakan tahun depan apabila jadwal rilis tidak ada perubahan.

Era zaman konsol PS1 dan PS2 disebut menjadi masa keemasan oleh para penikmat game bergenre JRPG saat itu. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya game JRPG yang ikonik bermunculan di dua konsol tersebut mulai dari akhir 90-an sampai awal tahun 2000-an. Sayangnya, nggak semua JRPG yang rilis pada era emas tersebut punya kejelasan nasib dari franchise-nya sendiri nih, brott. Salah satunya yaitu seri Legend of Legaia.

Kalau kamu lihat langsung gameplay-nya, kamu bisa jadi pernah memainkan game satu ini, brott! Tapi, wajar saja kalau tidak banyak yang tahu tentang game ini. Grafisnya yang kalah menarik dari game-game di kelasnya membuat gamers cenderung untuk memainkan game lain ataupun melupakannya.

Game pertama Legend of Legaia rilis pada tahun 1999 dan Legend of Legaia 2: Duel Saga tahun 2001 pada region Amerika Utara, serial ini bisa dibilang kalah bersaing dengan JRPG lain di rentang tahun tersebut. Salah satu contoh gampangnya, yaitu Final Fantasy VIII (1999), Final Fantasy IX (2000), dan Final Fantasy X (2001) mungkin lebih menarik bagi para gamers. Apalagi grafis 3D mereka yang sudah memasuki kelas advanced pada masanya.

Atau bahkan gamers lebih memilih game dengan grafis 2D yang lebih memanjakan mata seperti Breath of Fire III (1998) atau Grandia (1999). Hal serupa mungkin juga terjadi di kalangan gamers Indonesia. Walaupun penulis justru berspekulasi bahwa kurangnya popularitas game ini menentukan aksesibilitasnya di toko game dan jasa rental PS tanah air pada saat itu.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Legend of Legaia, Game JRPG Underrated Terbaik yang Termakan Zaman

Dalam artikel kali ini, penulis akan sajikan alasan-alasan mengapa series ini bisa termakan zaman di era bangkitnya JRPG melalui tren remake dan remaster. Poin-poin dalam artikel ini merupakan sudut pandang penulis sebagai gamer berdasarkan kumpulan informasi yang didapatkan terkait seri Legend of Legaia yang mulai jarang diperbincangkan.

Yuk, kita mulai saja pembahasannya!

1. Legaia 2: Duel Saga Tidak Diakui sebagai Sekuel oleh Penulis Utama

Dikembangkan oleh dua studio internal milik PlayStation, Contrail dan Prokion, seri Legend of Legaia hanya bertahan dengan dua game saja, yaitu Legend of Legaia dan Legaia 2: Duel Saga. Walau sama-sama rilis dengan judul utama Legaia, keduanya tidak menunjukkan ketersinambungan plot dan cerita. Sehingga, Legaia 2: Duel Saga tidak bisa dibilang sebagai sekuel dari game pertamanya.

Dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan melalui buku The Untold History of Japanese Game Developers Vol. 3 oleh John Sczepaniak, Hidenori Shibao sang penulis utama Legend of Legaia menyatakan bahwa game kedua dari serial ini tidak ‘dirasakan’ sebagai sekuel. Shibao juga sudah nggak ada campur tangan dalam pembuatan game kedua tersebut, brott.

Legend of Legaia mulanya diproduksi oleh Contrail dan Prokion, lalu diterbitkan oleh PlayStation. Namun, pengembangan Legaia 2: Duel Saga ternyata hanya melibatkan Prokion. Shibao juga bercerita melalui buku tersebut kalau dia diinstruksikan untuk hengkang dari proses pengembangan game kedua.

Jelas saja, Shibao merasa tidak pas dengan game kedua sebagai sekuel karena tidak mendapat arahan langsung oleh beliau yang sejatinya merupakan kreator dari lore Legaia. Beliau juga menyatakan kalau studio pengembang Legaia 2 tidak sepenuhnya mengerti aspek-aspek penting dari game pertama yang seharusnya dihadirkan kembali pada game kedua.

Sebagai player, kamu juga bakal menyadari perubahan-perubahan antara game pertama dan dengan kedua.

2. Grafis yang Kalah Menarik di Zamannya

Seperti yang penulis singgung di awal, mungkin para gamer lebih memilih game dengan grafis 3D atau bahkan 2D yang lebih enak dipandang. Pasalnya, teknologi grafis low-poly kalah talak dengan tipe grafis yang lain. Low-poly memberikan kesan yang sungguh “jadul” di mata para gamer yang terbiasa dengan grafis 3D polygon yang jauh lebih apik.

Berbeda dengan pixel art, sayangnya low-poly hampir tidak diakui sebagai estetika sendiri dalam industri game. Perusahaan game banyak yang mempertahankan kualitas pixel art dalam melakukan remake atau remaster pada game lama, seperti Final Fantasy 1-6 Pixel Remaster, Live a Live, Tactics Ogre: Reborn, dan Suikoden I & II HD Remaster yang akan rilis di 2023.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Hal tersebut dilakukan karena pixel art memiliki fandom yang besar dengan minat yang tinggi terhadap game berbasis pixel. Pixel art sendiri dianggap sebagai grafis yang timeless alias tidak termakan oleh zaman, sedangkan low-poly tidak.

Walaupun game low-poly memberikan sensasi nostalgia, industri game justru lebih memilih untuk merombak ulang grafis low-poly menjadi grafis HD. Hal ini dapat ditemui melalui rilisnya game-game remake atau rendition dari game lama seperti Final Fantasy VII Remake, Tomb Raider (2013), dan Silent Hill 2 remake yang diumumkan Oktober lalu.